"Program bantuan sembako merupakan salah satu upaya pengentasan kemiskinan yang berhasil merubah pola dari Rastra menjadi BPNT pada tahun 2019 dan di Januari di tahun 2020 berubah menjadi program sembako seperti sekarang ini," kata Muh. Hardhy Muslim.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah tantangan antara lain minimnya sarana dan prasarana pendukung seperti jaringan Telkom, ketersediaan mesin EDC sebagai sarana untuk menggesek kartu keluarga sejahtera (KKS) oleh keluarga KPM termasuk sebaran e-warong yang belum terpenuhi sampai sekarang, yang diakibatkan minimnya ketersediaan mesin EDC dari bank sehingga sebaran agen e-warong belum terpenuhi di setiap wilayah.
Harga bahan pangan dikeluhkan oleh KPM yang lebih tinggi dari harga pasar, dan yang tidak kalah penting adalah menyikapi permasalahan perbaikan data KPM.
"Saya harapkan para kepala desa/lurah untuk proaktif melakukan perbaikan data untuk disampaikan ke Dinas Sosial," tambahnya.
Ia berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk bersinergi mengidentifikasi permasalahan yang menghambat pelaksanaan program sembako.
