Dalam kesempatan itu, Kamaruddin menyampaikan pengalaman Indonesia dalam menjaga harmoni di tengah keragaman. "Indonesia mampu dan cakap dalam menjaga keberagamannya. Masyarakatnya yang penuh warna dapat terikat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam keragaman agama dan keyakinan, pemerintah Indonesia telah mengarusutamakan cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang moderat dan toleran,"

Berdasarkan pengalaman tersebut, Kamaruddin mengajukan lima inisiatif strategis sebagai kontribusi Indonesia bagi BRICS, yakni sebagai berikut:

1. Membangun Pusat Pengetahuan Islam BRICS, sebuah platform daring untuk berbagi hasil penelitian keislaman sekaligus menjadi laboratorium virtual bagi ulama, akademisi, dan intelektual.

2. Program Pertukaran Ulama Muda, berupa beasiswa satu tahun yang memungkinkan ulama atau sarjana muda berotasi di negara-negara BRICS.