“Itu semuanya, sekali lagi, kan sudah lewat mekanisme persetujuan di DPR. Jangan dipikir hanya keputusan kita sendiri, tidak seperti itu dalam mekanisme kenegaraan kita, pemerintahan kita enggak seperti itu,” ujar Jokowi usai menghadiri Kongres XVI GP Ansor di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/2/2024) malam.
Jokowi mengatakan, penyaluran berbagai bansos seperti bantuan pangan beras dan bantuan langsung tunai (BLT) El Nino adalah untuk merespons kemarau panjang. Dia menyebut program ini telah dijalankan pemerintah sejak September 2023 dengan tujuan memperkuat daya beli masyarakat.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada akhir Januari 2024 mengungkap sumber dana untuk mendukung BLT Mitigasi Risiko Pangan yang sering dilakukan langsung oleh Jokowi menyalurkan bansos beras ke berbagai daerah.
Program tersebut membutuhkan anggaran Rp 11,25 triliun untuk disalurkan periode Januari 2024 hingga Maret 2024. Namun, penyaluran Januari dan Februari akan digabung, sementara program BLT Mitigasi Risiko Pangan akan disalurkan lewat PT Pos Indonesia (Persero).
Sumber dana tersebut sebagai BLT untuk 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masing-masing menerima Rp 200 ribu per bulan. (A)
