Ia menyebutkan, minimal 80 persen gurunya sudah mendapatkan vaksinasi dan sarana prasarana yang ada di sekolah sesuai dengan standar protokol kesehatan COVID-19.

Sulkarnain menerangkan, pembukaan pelaksanaan pembelajaran tatap muka nantinya akan jauh berbeda dengan hari normal biasanya.

"Kalaupun kita membuka pembelajaran tatap muka itu jangan bayangkan seperti sebelum COVID-19," katanya.

Mantan anggota DPRD Kota Kendari ini menjelaskan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah sudah didesain sedemikan rupa agar tidak terjadi penularan COVID-19.

"Misalnya kita shift, jadi jumlah peserta didiknya tidak seperti dulu, bukan 1/2 lagi tapi 1/3 dari jumlah siswanya saja yang boleh ikut dan di-shift. Mungkin jadi anak kita nanti hanya akan sekolah 3 kali seminggu, tidak tiap hari seperti yang kita bayangkan sebelum COVID-19," ungkapnya.