Pengendara mobil itu berjumlah dua orang. Mereka lalu bertanya pada sejumlah siswa yang saat itu ada di sekolah untuk memastikan bahwa sekolah tersebut adalah SD Oehani.
Setelah bertanya, kedua orang tersebut masuk ke dalam area sekolah.
Mereka pun masuk ke dalam tiap ruang kelas mengobrak-abrik dan memporak poranda kursi dan meja pada lima ruangan kelas.
Kedua orang yang tidak dikenal ini datang menggunakan penutup wajah sehingga sulit dikenali. Kendaraan yang digunakan pun tanpa dilengkapi tanda nomor polisi.
Pasca melakukan pengrusakan tersebut, kedua orang tidak dikenal ini meninggalkan SD/SMP Satu atap Negeri 3 Taebenu sekitar pukul 16.00 Wita.
