
“Hari ini adalah pengenalan lingkungan kepada anak-anak terhadap model pembelajaran boarding. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan. Dua bulan ke depan baru akan dilaksanakan proses pembelajaran seperti sekolah pada umumnya,” ujar Ferdinand.
Dalam masa pengenalan ini, siswa akan dibekali dengan berbagai pelatihan karakter, kedisiplinan, bela negara, kegiatan keagamaan, serta olahraga.
SRMP menerapkan sistem pembelajaran berbasis asrama atau boarding school, di mana siswa akan belajar selama 1x24 jam.
Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Sudirham, menjelaskan bahwa SRMP dirancang bukan sekadar sebagai tempat pendidikan akademis, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan mental anak-anak yang selama ini hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit.
