Baca juga: Persiapan New Normal, Kodim Kendari Siapkan 600 Personel
Politisi Golkar ini mengharapkan, agar pemerintah pusat maupun pemerintah di daerah tidak hanya mengutamakan dunia pendidikan tetapi menomorduakan keselamatan siswa, ditambah tidak ada jaminan keselamatan dari paparan COVID-19.
"Keselamatan rakyat adalah hukum tinggi negara ini," tegas Rajab.
Sebagai orang tua siswa, Rajab mengaku tidak akan serta merta membiarkan anaknya mengikuti KBM di sekolah di tengah pandemi. Apalagi dia mengetahui betul bagaimana interaksi antara siswa yang masih duduk di bangku SD maupun SMP.
"Sedangkan untuk orang dewasa belum bisa diberikan jaminan apalagi anak-anak," pungkasnya.
