"Saat ini belum ada proses belajar mengajar, kami fokus dulu pembersihan. Banyak buku paket dan dokumen penting Sekolah ikut terendam," terangnya, Kamis (10/4/2025).
Pihak sekolah juga telah menyampaikan kondisi sekolah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), namun hingga kemarin belum ada bantuan alat berat.
"Kami sudah sampaikan ke Dinas Pendidikan dan BPBD pada Rabu pagi (2/4/2025). Pihak Damkar sudah melakukan penyemprotan, hanya saja baru bagian drainase dekat teras kantor sekolah saja," benernya.
Fitriani berharap, instansi terkait dapat menurunkan alat berat loader untuk mengeruk endapan lumpur yang menggenangi pekarangan sekolah.
Baca Juga: AKBP Tinton Yudha Riambodo Resmi Jabat Kapolres Kolaka Timur
