Bungin menjelaskan, motif utama AHD mengarahkan serangan terhadap wartawan kasamea.com, diduga karena sakit hati atas kritikan yang dilontarkan korban melalui laporan beritanya yang pada AHD sebagai ASN di Dinas PU Buton Selatan.
Untuk melaksanakan aksi itu, AHD mengerahkan dua orang pelaku, berinisial MW dan MHH, yang bertugas sebagai eksekutor penikaman pada 22 Juli 2023 lalu.
Dilaporkan sebelumnya, kedua eksekutor itu melancarkan serangan dengan menggunakan sajam jenis badik, tepat setelah Irfan pulang dari pasar bersama istrinya, kemudian melarikan diri.
Akibat serangan tersebut, korban harus dilarikan ke rumah sakit. Dia menderita luka tusukan di lengan kanan yang membutuhkan 20 jahitan dan di lengan kiri sebanyak 10 jahitan.
"Pelaku melarikan diri setelah melakukan penikaman. Korban kemudian melaporkan kasus ini ke Mapolres Kota Baubau pada sore harinya," kata Bungin.
