Menanggapi pengakuan Vina, Sekretaris Disdik Sultra, Angraeni Balaka, mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui masalah tersebut.

“Kami tidak tahu soal intimidasi atau ancaman pemecatan yang disebutkan. Kami berharap hal ini tidak terjadi lagi pada teman-teman guru lainnya,” ujar Angraeni, Rabu (22/1/2025).

Namun, Angraeni tak menampik bahwa beberapa waktu lalu, kepala sekolah tempat Vina mengajar sempat bertemu dengan dirinya untuk membahas masalah ini.

Baca Juga: Pasar Sentral Kota Kendari Tak Layak Huni hingga Pengunjung Jatuh dari Lantai Dua

“Kepala sekolah sempat mengungkapkan niatnya untuk membawa masalah ini ke jalur hukum, namun saya menyarankan agar lebih baik bersurat terlebih dahulu ke Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti secara internal,” jelas Angraeni.