“Meskipun ada kontraksi dari 5,54 persen menjadi 5,24persen, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara tetap positif dan stabil, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional,” ujar Bismi.

Dalam hal sektor perbankan, Bismi menyebutkan bahwa Sultra mengalami kontraksi Yoa untuk Aset dan dana pihak ketiga (DPK), masing-masing sebesar -4,57 persen dan -9,35 persen.

Namun, perkembangan DPK di beberapa wilayah menunjukkan kontribusi yang signifikan, dengan Kota Kendari sebagai pusat ekonomi dan keuangan utama di provinsi ini.

Kendari tercatat memiliki total DPK sebesar Rp 19,43 triliun atau 60,53 persen dari total DPK Sultra. Bau-Bau dan Kolaka mengikuti dengan total DPK masing-masing sebesar Rp 3,86 triliun (12,05 persen) dan Rp 3,83 triliun (11,95 persen).

Baca Juga: Jadwal KMP Bahteramas Periode Desember Rute Kendari-Langara