Bismi juga menjelaskan bahwa penurunan DPK disebabkan oleh penarikan dana yang cukup besar oleh masyarakat, terutama pada periode kampanye pemilu di Sultra. Namun, meskipun ada kontraksi pada DPK, sektor kredit menunjukkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan sebesar 13,79 persen.
“Tingginya penyaluran kredit konsumtif menunjukkan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini akan mempercepat perputaran uang di sektor-sektor terkait kebutuhan konsumtif,” jelas Bismi.
Dengan perkembangan ini, OJK Sultra optimistis bahwa sektor jasa keuangan di wilayah ini akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. (C)
Penulis: Siti Nabila
Editor: Mustaqim
