Lebih lanjut ia mengungkapkan, kontribusi sektor pertanian dalam arti luas di tengah pandemi COVID-19 terhadap pertumbuhan ekonomi di Kolaka Utara mencapai 40,58 persen.

"Sektor ini berada di urutan pertama penopang pertumbuhan ekonomi Kolaka Utara, sehingga pembangunan di sektor tersebut harus terus diperhatikan," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pemimpin daerah yang memusatkan programnya pada sektor pertumbuhan ekonomi yang digerakkan oleh masyarakat seperti pertanian dalam arti luas secara ekonomi dapat bertahan meski dalam kondisi resesi atau pandemi.  

"Saya melihat di Kolaka Utara ini hampir semua sektor pertanian ada baik itu perkebunan, buah-buahan, hortikultura, peternakan, persawahan, perikanan semuanya lengkap. Namun yang cukup menunjang adalah kakao terlebih lagi revitalisasi kakao menjadi program unggulan pemerintah daerah," urai Kepala BPS Kolut.

Sementara itu, kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap pertumbuhan ekonomi Kolut hanya berada di urutan kedua yakni 17,56 persen. Meski demikian, tingkat pengembalian ke masyarakat sangat rendah yang cenderung meningkat hanya pemodal, pengusaha atau pemilik alat berat.