Untuk saat ini, urai Sidik, Kolaka Utara berada di urutan ke-6 sebagai penyokong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara dengan persentase 6,77 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut sangat baik untuk kategori daerah pemekaran baru.

"Ketiga sektor tersebutlah ditambah beberapa sektor lainnya yang menopang perekonomian Kolut sehingga tetap tumbuh 0,4 persen di tengah pandemi COVID-19," tutupnya.

Pernyataan serupa juga pernah disampaikan Dr. Ashar Bafadal dalam rapat koordinasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) di aula Kantor Bupati Kolaka Utara beberapa pekan lalu.

Kata dia, 40 persen pertumbuhan ekonomi di Kolut bersumber dari sektor pertanian dalam arti luas, termasuk di dalamnya perikanan dan kehutanan. Sehingga pembangunan di sektor tersebut harus diperhatikan karena dapat menopang perekonomian Kolut.

“Program revitalisasi kakao yang dilakukan Pemda saat ini sudah tepat karena selain memperhatikan para petani, sektor ini juga penyumbang pertumbuhan prekonomian terbesar di Kolaka Utara," jelasnya.