“COVID-19 sangat berdampak pada peningkatan pengangguran di daerah karena penerapan protokol kesehatan dan keuangan nasional yang tidak stabil yang menyebabkan PHK,” katanya, Kamis (16/12/2021)

Meski terjadi peningkatan, tingkat pengangguran masih kategori terendah di Sulawesi Tenggara. Hal ini didukung dengan banyaknya investasi-investasi usaha di sektor pertambangan yang mempekerjakan ribuan masyarakat.

Baca Juga: Banyak Kursi Kosong di Ekspose Pembangunan Bupati Muna

Meski demikian, ia mengakui bahwa tenaga kerja di Bombana masih banyak yang menjadi buruh kasar akibat keterbatan skill khusus atau skill teknis.

“Dulu kita masih sering adakan pelatihan vokasi atau pelatihan kerja, akibat pandemi pelatihan berhenti,” tuturnya.