Baca Juga: DPRD dan Pemprov Sultra Tandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Awal Perubahan RPJMD

Lebih lanjut, Sulkarnain mencontohkan, pihaknya bersama Kementerian PUPR bekerja sama menata lingkungan melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) skala kawasan di Kelurahan Bungkutoko dan Petoaha. Hasilnya, sekira 30 hektar luas kumuh di dua kawasan itu teratasi, bahkan wilayah dimaksud menjadi salah satu spot wisata terbaik di Kota Kendari.

"Mengatasi masalah kekumuhan kota tidak hanya bisa dilakukan seorang diri. Oleh karena itu kita mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan ini. Syukur pemerintah pusat merespon pengajuan kita dan kini hasilnya sudah bisa dinikmati oleh masyarakat, bahkan kawasan tersebut bisa menggerakan perekonomian masyarakat dan daerah," kata Sulkarnain Kadir, baru-baru ini.

Politikus PKS ini optimis bahwa pihaknya bisa mengulang sukses tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun ini pihaknya kembali dipercaya untuk menata kawasan kumuh di Kelurahan Lapulu dan Pudai melalui program Kotaku dengan anggaran sekira Rp 56,66 miliar.

Baca Juga: Soal Guru Tewas Usai Divaksin, Ali Mazi: Menyangkut Ajal, Semua Kehendak Allah