SURABAYA, TELISIK.ID - Pandemi COVID-19 di Jatim yang tak kunjung menurun, mempengaruhi angka kekerasan yang ada di Madura. Dari catatan yang ada, selama pandemi COVID-19, angka kekerasan di Madura menunjukkan peningkatan.

Hal ini diungkapkan oleh anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husyairi saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (11/10/2020).

Politisi PBB ini mengungkapkan, angka kekerasan yang paling banyak didominasi oleh kasus  kekerasan seksual seperti pemerkosaan memang terus meningkat. Ia menyayangkan 4 kabupaten di Madura belum memberikan tempat yang aman bagi korban-korban kekerasan seksual maupun kekerasan terhadap anak ini.

“Untuk Bangkalan memang sudah dianggarkan, tapi lahannya belum disiapkan. Kami berharap Pemprov Jatim hadir. Minimal di Madura ada satu tempat untuk menampung para korban ini yang nantinya bisa digunakan untuk rehabilitasi menghilangkan trauma,” katanya.

Baca juga: Dinkes Bombana Diduga Abaikan Produk Lokal Pembangunan Puskesmas