Perempuan yang sudah ditinggal mati suaminya ini, mengaku bingung mengapa pemerintah tidak memberikannya bantuan saat pandemi, padahal dia juga adalah warga di Kota Kendari.

Tidak hanya itu, dia mempertanyakan mengapa orang di sekitar tempatnya tinggal mendapatkan bantuan, sedang dia yang tinggal di rumah pondok kecil justru tidak mendapatkan.

"Masa pandemi ini saya tidak dapat bantuan apa-apa, padahal KTP saya alamat di sini. Tapi tidak pernah dapat bantuan seribu rupiah pun. Padahal tetangga saya semua dapat yang tinggal di rumah batu juga, saya cuma tinggal di pondok kecil," jelasnya.

Padahal, ia mengaku sudah pernah namanya didata untuk keperluan pendataan penerima Bansos selama masa pandemi COVID-19.

"Pihak RT selalu mendata nama saya, tapi sampai sekarang saya tidak dapat apa-apa" ungkapnya. (B)