Sediakan dan lontarkan koreksi dan kritik pertanda memang milik kita bersama. Jika memang para pelontar janji itu patriot sejati, buka mata dan telinga, terima semua dengan lapang dada. Kemudian, akui dan segera berubahlah!

Bangkitkan semangat gotong-royong menggantikan egoisme dan kepongahan, tepuk dada. Tuhan saja “terlalu rendah hati”, Ia menguji manusia tidak di luar kemampuan manusia yang Ia uji. Padahal, dalam sekejap saja Ia bisa musnahkan seketika!

Demokrasi buruk kita sudah hampir tiga dasawarsa direformasi.

Baca Juga: Jelang 2025: Saya, Kami, Dia, dan Kita

Rasanya terlalu lama dan  mahal. Terlalu banyak makan korban, bukan cuma jiwa dan raga, tapi juga moral. Karenanya, tak boleh padam dan disia-sia hanya karena kedudukan semata.