Baca Juga: Peduli Semeru, Komunitas Punk Sampai Aktivis Perempuan Turun ke Jalan

Mantan Kadis Sosial Bombana ini menyebutkan, jumlah PKBM di Kabupaten Bombana dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada 2018 sebanyak 14, tahun 2019 sebanyak 18, pada 2020 dan 2021 tercatat sebanyak 68 PKBM.

Selain itu, data jumlah penduduk yang mengikuti ujian persamaan paket A, B, C dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2018 sebanyak 97 orang, tahun 2019 sebanyak 433 orang, tahun 2020 sebanyak 1.104 orang, sedangkan tahun 2021 sebanyak 5.169 orang.

Peningkatan falisitas dan jumlah penduduk yang dirangkul dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga ikut mempengaruhi keuangan daerah. Buktinya pada tahun 2018 dikucurkan anggaran senilai Rp 60 juta, 2019 Rp 25 juta, 2020 Rp 1,4 miliar, dan tahun ini (2021) senilai Rp 581 juta.