TEHERAN, TELISIK.ID - Penutupan Selat Hormuz selama hampir 70 hari memicu kekurangan lebih dari satu miliar barel minyak dunia serta menekan cadangan energi dan ekonomi global.

Krisis pasokan energi global semakin terasa setelah penutupan Selat Hormuz berlangsung hampir 70 hari. Jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi lintasan utama distribusi minyak dunia itu kini memicu kekurangan pasokan energi global hingga melampaui satu miliar barel.

Gangguan distribusi minyak tersebut mulai berdampak terhadap cadangan energi sejumlah negara, pertumbuhan ekonomi kawasan Asia, hingga stabilitas harga pangan dan nilai tukar mata uang negara berkembang. Situasi ini juga memunculkan tekanan baru terhadap ketahanan energi global sepanjang 2026.

Akademisi kebijakan energi dari Nanyang Technological University Singapura, Chen Chien-Ming, menyebut kekurangan pasokan minyak global terus meningkat seiring berkepanjangannya penutupan jalur strategis tersebut.

“Dengan Selat Hormuz tertutup selama sekitar 70 hari, akumulasi kekurangan pasokan kini telah melampaui satu miliar barel,” kata Chen Chien-Ming dikutip Eurasia Review, Kamis (14/5/2026).