Menurut Chen, sebelum konflik memanas, sekitar 20 juta barel minyak per hari atau hampir seperlima pasokan minyak global melintasi Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia karena menghubungkan negara-negara produsen minyak di Timur Tengah dengan pasar Asia dan Eropa.

Baca Juga: Satu Tanker Muat LPG RI Bisa Melintas Selat Hormuz

Penutupan Selat Hormuz dipicu serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Konflik itu kemudian mengganggu distribusi energi global selama lebih dari dua bulan terakhir dan memicu tekanan besar terhadap rantai pasok minyak dunia.

Dampak paling besar mulai dirasakan negara-negara Asia yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi. Pemerintah Pakistan menyebut cadangan minyak mentah nasional kini berada pada level kritis.

Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik, mengatakan negaranya hanya memiliki cadangan minyak mentah untuk lima hingga tujuh hari dan belum memiliki cadangan strategis nasional dalam jumlah memadai.