Tak hanya itu, Alfansyah juga mengimbau perguruan tinggi penyelenggara agar turut serta menginformasikan program ini kepada masyarakat luas.

“Kami mohon juga perguruan tinggi itu juga ikut mensosialisasikan program ini, sehingga nanti peserta yang mendaftar cukup bisa terpenuhi, dan perkuliahan bisa kita mulai sesuai dengan jadwal yang kita harapkan bersama di awal September,” katanya.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ardi Praptono, SP, M.Agr juga memberikan penjelasan mendalam mengenai siapa saja yang berhak mengikuti beasiswa ini. Program ini terbuka bagi berbagai kelompok yang terlibat dalam sektor perkebunan.

“Beasiswa ini ditujukan kepada pekebun, keluarga pekebun, karyawan pada usaha perkebunan, keluarga karyawan pada usaha perkebunan, ASN/PPPK yang bertugas di perkebunan serta anggota/pengurus lembaga pekebun,” jelas Ardi.

Salah satu hal baru yang menarik dari Beasiswa Sawit 2025 adalah adanya jalur afirmasi atau affirmative action. Jalur ini diperuntukkan secara khusus untuk wilayah Papua, Papua Barat, dan daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal).