“Proses wawancara ini dilakukan dengan transparansi penuh, tanpa pungutan biaya apa pun, dan mengutamakan kejujuran,” ujarnya.
Untuk menjamin keadilan, tim penguji juga melakukan pengundian ruang ujian di hadapan peserta. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mencegah segala bentuk kecurangan.
Hari kedua seleksi ini diwarnai dengan keberagaman peserta, baik pria maupun wanita, yang menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Selain wawancara, peserta menampilkan berbagai bakat, mulai dari bermain alat musik tradisional seperti suling, teknik bela diri, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, hingga bakat unik lainnya.
Andap yang hadir sebagai pengawas tidak hanya memantau jalannya proses seleksi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan peserta dan orang tua yang hadir. Andap memberikan penguatan moral kepada peserta, menegaskan pentingnya percaya diri, dan integritas.
