Terlebih katanya, di tengah pandemi COVID-19, para tenaga kerja lokal sebagian besar dirumahkan, namun di sisi lain PT VDNI malah bakal mendatangkan TKA asal China.
"Kan aneh, tenaga kerja lokal kita dirumahkan, setelah itu perusahaan mendatangkan TKA," cetusnya.
Berdasarkan hasil keputusan bersama rapat paripurna DPRD Sultra, maka seluruh fraksi yang ada, yakni PAN, Golkar, Demokrat, PDIP, PKS, Gerindra, NasDem dan Fraksi Kebangkitan Pembangunan Nurani Rakyat (PKB, PBB dan Hanura) menolak kedatangan 500 TKA China di Sultra.
Selanjutnya, DPRD Sultra bakal merekomendasikan penolakan berdasarkan hasil sidang paripurna tersebut ke pemerintah pusat.
Reporter: Kardin
