KENDARI, TELISIK.ID - Menjalani profesi sebagai guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus tak semudah menghadapi siswa normal pada umumnya. Mereka yang seharian bergelut dengan siswa difabel mesti menyiapkan mental dan kesabaran ekstra menghadapi para siswa yang punya kemampuan terbatas dalam menyerap ilmu dari guru.
SLB Kusuma Bangsa berdiri sejak tahun 2014 beralamat di Jalan Jambu, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sekolah tersebut terletak di atas bukit dan terbilang jauh dari pemukiman warga setempat.
Meski tenaga guru di sana digaji seadanya, akan tetapi hal itu tak mengurangi semangat mereka untuk membagikan ilmu dan keterampilan bermanfaat bagi anak-anak difabel. Biasanya guru-guru di sekolah tersebut memperoleh gaji yang diberikan oleh pihak sekolah tiap bulannya sebesar Rp 500 ribu.
Kepala Yayasan Sekolah Luar Biasa (SLB) Kusuma Bangsa, Yafsin Yaddi mengatakan, guru yang mengajar pada sekolah merupakan seorang guru yang berkomitmen untuk mengabdi.
"Rata-rata guru yang mengajar di sini itu sudah mempunyai kerjaan lain yang gajinya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka di sini serius untuk mengabdi dan tidak terlalu memikirkan soal gaji," ungkap Yafsin Yaddi, Senin (11/8/2025).
