"Iya, tinggal sama anak di sana, tapikan saya tidak ingin bergantung sama anak. Saya tidak mau juga repotkan mereka," ucapnya, Kamis (29/10/2020).
Kemudian lanjutnya, sudah berkisar enam tahun ia menggeluti pekerjaannya sebagai pemulung.
Baca juga: Kisah Pilu Nenek di Konawe Tinggal Sebatang Kara
"Iya, sudah lama. Dari saya jadi tukang becak sampai kerja dorong gerobak cari sampah bekas. Yang pentingkan halal," ucapnya tersenyum.
Meski hanya berpenghasilan Rp 20 ribu perharinya tak menurunkan semangat kakek ini untuk tetap mengais rezki dari sampah bekas yang dicarinya.
