Ia menuturkan, selisih harga sembako yang dijual pada Gerakan Pangan Murah terpaut Rp 5.000 dari harga jual aslinya, seperti harga gula pasir di pasar sebesar Rp 20.000 menjadi Rp 15.000 dan harga beras ukuran 5 kg dari Rp 65.000 menjadi Rp 58.000.

Janah bersama ibu rumah tangga lainnya merasa diringankan dengan adanya gerakan tersebut. Kendati hanya selisih Rp 5000, mereka mengaku sisa uang belanja masih dapat digunakan untuk membeli kebutuhan dapur lainnya.

"Kita merasa bersyukur dengan program pangan murah ini, setidaknya sisa uang itu masih bisa kita beli kebutuhan yang lain," ujar Janah.

Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu misi 100 hari program kerja Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam upaya mensejahterakan masyarakat dan menekan laju inflasi daerah. (B)

Penulis: Ali Iskandar Majid