KENDARI, TELISIK.ID – Sulawesi Tenggara (Sultra) dikenal dengan kekayaan budaya dan bahasa yang dimiliki oleh berbagai suku yang mendiami wilayah tersebut.

Namun, saat ini, sejumlah bahasa daerah di Provinsi Sultra terancam punah akibat berkurangnya jumlah penutur, terutama di kalangan generasi muda. Tanpa upaya pelestarian yang serius, bahasa-bahasa ini berisiko hilang dan terlupakan.

Penyuluh Bahasa Balai Bahasa Provinsi Sultra, Cahyo, mengungkapkan bahwa ada sembilan bahasa asli yang digunakan di provinsi ini, yakni Bahasa Tolaki, Muna, Wolio, Culambacu, Kulisusu, Cia-Cia, Wakatobi, Moronene, dan Lasalimu Kamaru.

“Bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Tenggara sebagian besar mengalami kemunduran. Beberapa di antaranya terancam punah jika tidak segera dilakukan upaya pelestarian,” ujar Cahyo, Kamis (9/1/2024).

Kemunduran bahasa daerah di Sultra disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah berkurangnya jumlah penutur bahasa daerah, terutama yang berusia lanjut, sementara generasi muda cenderung enggan menggunakan bahasa tersebut.