“Jika suatu bahasa tidak digunakan, maka lama kelamaan bahasa tersebut akan dilupakan dan punah dengan sendirinya. Ketika bahasa punah, identitas budaya kita juga ikut hilang,” imbuh Cahyo.

Revitalisasi bahasa daerah diyakini sangat penting untuk memastikan bahwa bahasa-bahasa yang ada di Sultra tetap lestari dan digunakan oleh generasi muda.

Cahyo menegaskan, keberhasilan revitalisasi tergantung pada komitmen dari penutur bahasa untuk terus melestarikannya.

“Intinya, penutur bahasa tersebut harus mau dan berkomitmen untuk melestarikannya. Itulah kunci utama dari keberhasilan revitalisasi bahasa daerah,” ujarnya.

Melalui upaya pelestarian diharapkan bahasa-bahasa daerah di Sultra dapat bertahan dan terus hidup, meskipun di tengah perubahan zaman yang pesat. (C)