Bakso yang dijual, disuplai dari Pasarwajo. Sehingga rasa dan kualitas tetap sama dengan warung pusatnya di Pasarwajo.

"Semua bahannya dikirim dari Pasarwajo, jadi baksonya ready terus karena dikirim setiap harinya," lanjutnya.

Seminggu buka, Rosmiati menuturkan, pembeli sangat antusias dan selalu ramai. Omzet yang diperoleh dari penjualan mencapai kisaran Rp 3 juta-an per harinya.

Salah seorang pembeli, Tika mengungkapkan, karena baru buka, dia ingin mencoba untuk mencicipi warung bakso milik Rosmiati.

Baca Juga: Foto Underwater di Wakatobi Jadi Daya Tarik Wisatawan, Ikan Hias Menjauh saat Didekati