Untuk itu, PKL berkomitmen menerapkan protokol kesehatan agar bisa menarik pembeli datang kembali ke Malioboro. Berbeda dengan situasi sebelum pandemi COVID-19, kawasan Malioboro masih lengang. Karena jumlah konsumen yang datang masih sangat sedikit. Maklum, pariwisata di Yogyakarta belum dibuka.

Wakil Ketua Koperasi Tri Dharma, Paul Zulkarnaen, menjelaskan, penerapan protokol kesehatan itu untuk mengantisipasi potensi penularan COVID-19 saat menjalankan aktivitas keseharian mereka, yaitu berjualan berbagai barang oleh-oleh.

“Kami bersama teman-teman pedagang dan paguyuban lain sudah membahas protokol baru yang akan berisi aturan-aturan yang harus dipenuhi pedagang di Malioboro saat berjualan," kata Paul Zulkarnaen, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: Bupati Muna Siapkan Bantuan Rp 5 Juta untuk Setiap Korban Kebakaran

Meskipun terkenal sebagai surga belanja cendera mata dan barang kerajinan, ternyata tak sedikit wisatawan dan orang lokal mendatangi Malioboro pagi-pagi sekali untuk berolahraga atau sekadar menikmati udara segar sambil mencari sarapan. Wisatawan tersebut biasanya menginap di hotel sekitar Malioboro.