Bili menyampaikan saat ini ia lebih memilih menyimpan dan menunda penjualan hasil panennya sambil menunggu harga kembali normal. Ia juga berharap agar pemerintah segera memberi perhatian terhadap keluhan para petani nilam.
"(Minyak nilam miliknya) masih ada. Kemarin saya habis suling. Saya mau simpan dulu, siapa tau naik lagi harganya," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sulawesi Tenggara, Rony Yakob, mengatakan kenaikan harga minyak nilam beberapa waktu lalu menimbulkan dampak yang cukup signifikan pada menurunnya jumlah produksi terhadap komoditas lain.
Baca Juga: Jadwal Kapal Sabuk Nusantara 82 Periode 13-16 Agustus 2025 di Sultra
"Banyak orang yang tanam tomat, cabai, itu beralih jadi tanam nilam. Sehingga kita mengalami kelangkaan komoditas-komoditas itu tadi," kata Rony.
