Menurut Agnes, selama pandemi COVID-19 program dari sensus penduduk 2020 tidak berjalan dengan semestinya. Pihaknya mengaku tidak bisa menjalankan tugas tersebut akibat masifnya jumlah pasien COVID di tahun 2020 lalu. Meski sempat tertunda pihaknya akan terus melakukan upaya yang maksimal demi menuntaskan tugas yang sempat tertunda itu.

"Di tahun 2022 ini kami akan lakukan sensus. Tingkat pasien COVID juga semakin berkurang, sehingga kami bisa memaksimalkan kesempatan ini," tuturnya.

Baca Juga: Taspen Kendari Salurkan Rp 90 Miliar THR untuk 34 Ribu Pensiunan

Tempat sama, Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Sultra, Ahmad Luqman mengatakan, pelaksanaan pendataan akan dilakukan dua tahap, yakni data pemutakhiran rumah penduduk dilaksanakan 15-30 Mei dan tahap ke dua pada 1-30 Juni, sebagai tahap wawancara yang lebih rinci kepada rumah tangga yang menjadi sampel.

"Kehadiran petugas BPS Sultra dalam sensus penduduk kali ini, bisa mendapat respon baik dari masyarakat secara umum dan ASN hingga organisasi perangkat daerah yang terdapat di kota maupun di desa-desa," terangnya.