Perawat berusia 23 tahun tersebut telah mendapatkan teguran dari Kementerian Kesehatan Rusia. Kementerian Kesehatan Rusia langsung menegur sang perawat karena ia telah melanggar pedoman.
Nadia juga dikabarkan mendapat dukungan publik. Sejumlah dokter dan tenaga medis lain pun membela perawat yang bekerja di Tula Regional Clinical Hospital tersebut.
Melansir laman Daily Mail, para dokter dan tenaga medis lain mengklaim bahwa ada kelangkaan stok pakaian medis yang seharusnya dipakai sebagai pelapis APD.
Baca juga: Aksi Prank Menhan Prabowo Pada Stafnya yang Tidur saat Rapat
Selain itu, perawat ini juga sudah memberitahu pihak rumah sakit bahwa suhu di sana "sangat panas" jika dirinya memakai baju lain.
