Baca Juga: Dua Kawasan Kumuh di Muna Ditata Gunakan APBN Rp 61 M

Mantan Bupati Muna dua periode itu menegaskan, proyek Lagasa bukan aspirasinya sebagai anggota DPR-RI. Apalagi, menjadi proyeknya untuk dikerjakan sendiri. Ia hanya memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk mengatasi kawasan kumuh Lagasa. Setelah aspirasi masyarakat tercapai, prosesnya mulai dari tender hingga penentu pemenang, dilakukan oleh balai.

"Kalau ada yang menyebut proyek Lagasa itu saya yang kerja, tidak benar. Karena saya hanya memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat," tegasnya.

Ia berharap dari kunjungannya di Lagasa, tidak ada lagi yang diributkan. Bila ada matetial yang dicuriga tidak sesuai spesifikasi, konsultasikan ke pengawas atau Satker.

"Dari hasil pemantauan, belum ada yang mencurigakan," katanya.