Ketiga, Golkar juga telah melakukan pendekatan mengenalkan beberapa kader mudanya kepada Jokowi, dalam pertemuan antara Jokowi dan Airlanga Hartarto, dan Keempat, iklan Golkar yang mengunakan narasi kalimat “Golkar-Jokowi memang sehati.” Dari berbagai situasi yang terjadi dari hubungan Golkar dengan Jokowi, telah menghadirkan rasa nyaman terhadap diri Jokowi.
Hal ini ditenggarai menyenangkan hati Jokowi yang sedang kecewa dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), karena Jokowi kecewa merasa PDIP tak permah menghargai dirinya yang turut membesarkan partainya.
Sinyal memungkinkan Jokowi lebih condong ke Golkar ketimbang ke PAN sudah ditampakkan, seperti Jokowi memberikan komentar datar ketika digaungkan akan ke PAN, Jokowi hanya menganggap PAN sebagai keluarga besar di pemerintahannya. Sedangkan ke Golkar, Jokowi misalnya, mengirimkan pesan akan rasa nyaman dengan Golkar.
Diyakini Golkar juga lebih dipertimbangkan oleh Jokowi. Untuk kepentingan dirinya, menantunya, dan anaknya, maka dalam pentas politik nasional akan lebih besar peluangnya jika bergabung dengan Golkar. Bobby Nasution dan Kaesang tentu jika ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah, butuh dukungan dari partai lain maupun Bobby butuh partai baru, dan kekuatan yang masih besar perannya di politik adalah Golkar.
Baca Juga: Riuh-Rendah Debat di Pilpres 2024
