Jokowi diprediksi akan menetap di Solo, dengan tujuan politik bahwa Solo akan menjadi ceruk pemilih yang ingin dikuasainya agar kekuatan personal Jokowi semakin diperhitungkan. Sebuah kewajaran mengemuka Kaesang sedang menimbang dirinya untuk maju dalam kontestasi Gubernur antara Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Peran Jokowi untuk putra bungsunya Kaesang diyakini tetap besar seperti untuk Gibran puta sulungnya yang di dorongnya sebagai cawapres mendamping Prabowo sebagai capres.

Peran yang bisa Jokowi lakukan pasca tak menjabat adalah dengan memberikan nasehat maupun arahan kepada presiden terpilih secara langsung maupun tidak langsung, maupun kepada petinggi-petinggi partai lainnya. Jokowi diyakini ingin terus terlibat dalam isu politik nasional.

Sehingga memungkinkan menjelang akhir masa jabatannya, Jokowi akan memilih berlabuh ke partai politik lainnya pasca sudah dipinggirkan oleh PDIP. Sebab ia punya daya tarik secara personal, Jokowi sekali lagi ditegaskan harus diakui bahwa personalnya seimbang antara dibenci dan disukai masyarakat.

Jokowi diyakini akan terlibat aktif dalam politik maupun kegiatan masyarakat meski tak lagi menjabat sebagai Presiden. Contoh nyatanya, ia meski menjabat sebagai presiden tetapi ia menjabat sebagai Dewan Pengampu Gerakan Keluarga Besar NU (GKMNU).

Dalam kasus pengangkatan Jokowi ini sampai berlaku lebih dari 2024 nanti. Ini menunjukkan ia masih berkiprah di pentas nasional dalam langsung maupun tidak langsung di pentas nasional.