Dalam sebuah pernyataan, Paul mengatakan, "Penjualan ini dapat mempercepat perlombaan senjata di Timur Tengah dan membahayakan keamanan teknologi militer kami."
Sementara, dilaporkan reuters.com, banyak anggota parlemen AS menganggap Arab Saudi sebagai mitra penting di Timur Tengah. Namun, mereka telah mengkritik negara itu karena keterlibatannya dalam perang di Yaman, konflik yang dianggap sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.
Karenanya, para senator itu menolak untuk menyetujui banyak penjualan peralatan militer untuk Kerajaan tanpa jaminan peralatan produksi AS itu tidak akan digunakan untuk membunuh warga sipil.
Aktivis mengatakan, Arab Saudi telah melobi besar-besaran untuk tidak memperpanjang mandat penyelidik PBB yang telah mendokumentasikan kemungkinan kejahatan perang di Yaman oleh koalisi pimpinan Riyadh dan gerakan Houthi.
