"Ini menjadi tugas kita untuk menghadirkan pendampingan, bagaimana para pelaku UMKM ini tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga dapat berkembang keluar wilayah Sultra dengan memberikan pendampingan, peningkatan kualitas produk, akses permodalan, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan jangkauan pasar,” ungkap Rabia.
Politisi asal Kabupaten Muna, Sultra, ini menilai potensi UMKM Mubar sangat besar dan memiliki peluang untuk berkembang lebih luas. Namun, masih memiliki catatan beberapa aspek agar mampu bersaing di pasar nasional, sehingga diperlukan penguatan kapasitas usaha secara berkelanjutan.
Baca Juga: Pembangunan Dua SPAM di Muna Diguyur APBN Rp 46 Miliar, Bupati Bachrun Singgung Ridwan Bae
"Pengembangan UMKM tidak cukup hanya berfokus pada proses produksi, melainkan juga harus menyentuh aspek manajemen usaha, inovasi produk, penguatan identitas merek, pemasaran digital, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas," terangnya.
Selain produk pangan, wanita yang kerap disapa Ikin itu juga memberikan perhatian khusus pada sektor kerajinan, terutama kain tenun khas Kabupaten Muna dan Mubar yang selama ini telah menjadi identitas budaya masyarakat.
