Rabia aktif dalam memperkenalkan kain tenun asli Sultra, khususnya Muna dan Mubar, dalam berbagai kesempatan, baik saat menjalankan agenda kedinasan di dalam negeri maupun kunjungan kerja ke luar negeri.

Melalui langkah tersebut, ia ingin menghadirkan tenun Sultra sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk dikenal di kancah internasional.

"Saya melihat beberapa kain tenun hasil dari pengrajin lokal dan juga kerajinan nentu sudah memiliki kualitas yang baik. Namun, masih menjadi tantangan ke depan bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kualitasnya. Berinovasi dari motif namun tetap harus selaras pada filosofi budaya asli setiap daerah. Dengan begitu kain tenun dan kerajinan nentu ini dapat menjadi kebanggaan kita," tutupnya. (D)

Penulis: Sunaryo

Editor: Mustaqim