Sebagaimana diketahui, pandemi COVID-19 turut berdampak pada anak-anak. Jika tak ditangani, dampak bakal berlangsung seumur hidup. Itulah mengapa, pada Hari Anak se-Dunia kali ini, orang tua dianjurkan untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan anak-anak mereka.

Dalam kesempatan ini, UNICEF juga kembali menyerukan kepada setiap pemerintah perihal pengadopsian rencana enam poin untuk melindungi anak-anak. Pertama, pastikan semua anak belajar dengan layak, termasuk dengan mengatasi kesenjangan digital. Kedua, menjamin akses layanan kesehatan dan gizi, serta membuat vaksin terjangkau yang tersedia untuk setiap anak.

Ketiga, dukung dan lindungi kesehatan mental anak dan remaja. Akhiri pelecehan, kekerasan berbasis gender, dan penelantaran di masa kanak-kanak. Keempat, meningkatkan akses sanitasi yang baik, serta mengatasi degradasi lingkungan dan perubahan iklim.

Kelima, mengatasi peningkatan kemiskinan yang berdampak pada anak. Terakhir, keenam, menggandakan upaya dalam melindungi dan mendukung anak-anak yang terdampak konflik keluarga dan bencana.

Akan tetapi, hingga saat ini jutaan anak masih menjadi korban perang, kemiskinan, mendapat diskriminasi dan penyakit. Menurut data UNESCO dalam laporan 2017-18 Global Education Monitoring Report, jumlah anak yang tak mendapat akses pendidikan mencapai 246 juta.