Selain dipakai sebagai alat tembak, senjata meriam kuno itu juga digunakan untuk mengintai musuh/penjajah yang masuk ke wilayah Kecamatan Reok.

Saat ini senjata tersebut dirawat oleh Samsudin, seorang warga sekitar yang mengaku prihatin dengan benda bersejarah itu. Di bagian bawah tabung senjata dipasang batu-batu besar agar letaknya tetap kuat seperti semula.

Tak hanya itu, Samsudin juga membuat tempat rekreasi layaknya sebuah tempat wisata baru yang cocok untuk dikunjungi. Pada sebuah pohon terpajang lambang Garuda beserta tulisan nama tempat "Doro Bedi" dan tulisan "Peninggalan Belanda".

Baca juga: Warga Harap Menantu Jokowi Bisa Atasi Banjir di Medan

Akses masuk menuju tempat itu bisa melalui tiga jalur, yakni dari Kampung Nanga, Mangga Dua dan Mata Air.