"Kalau kita sekarang sudah masuk ke middle-up income, maka pelaku usaha kita juga harus bergeser. Tidak bisa lagi mikro terus. Harus mulai naik kelas, meningkatkan modal, dan memanfaatkan jasa keuangan serta data statistik," ujar Hugua saat menghadiri literasi keuangan di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (22/7/2025).

Hugua menyebutkan bahwa data sebelumnya, hanya sekitar 1 persen pelaku usaha di Indonesia yang tergolong sebagai usaha besar. Sisanya, sekitar 99 persen, masih merupakan usaha mikro dan kecil (UMK).

"Artinya kita masih jauh dari struktur ekonomi yang sehat dan kuat. Transformasi usaha menjadi sangat penting," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan, menjelaskan bahwa sensus mendatang akan mengumpulkan data dasar yang berkaitan dengan pendapatan, pengeluaran, tenaga kerja, hingga output usaha.

Data tersebut nantinya dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk mengakses pembiayaan, membaca peluang pasar, serta meningkatkan efisiensi dan keuntungan.