Beberapa kue tradisional antara lain bolu kukus, nagasari, talam, lemper, risoles, lumpia, bika ambon, kue lumpur, dan bakcang. Selain itu, kue kekinian yang banyak dicari misalnya, dessert box, brownies, pisang bolen, dan Japanese cheesecake.

Ada juga aneka lapis legit, lapis Surabaya, kue tart untuk ulang tahun, black forest, sampai bolu jadul berbagai rasa. Dijual per loyang dalam satu dus, harganya murah meriah dibandingkan kue serupa di toko kue. Soal rasa tentu balik ke selera, tetapi dari segi penampilan, cukup menjanjikan.

Ida (48), salah satu pedagang yang sudah 20 tahun berjualan kue, mengaku setiap hari omzet penjualannya bisa mencapai Rp 4-5 juta.

“Kami mempunyai dua tempat dan dibantu oleh enam orang karyawan. Dari dua tempat itu kami biasanya menjual sampai 3.000 potong kue dan rata-rata kami menjualnya Rp 2.000 per biji, paling murah Rp 1.500,” tutur Ida, pedagang asal Subang, Jawa Barat, yang malam itu berdagang sambil mengasuh bayinya yang masih berusia 9 bulan.

Kue-kue yang dijual oleh Ida merupakan buatan orang lain yang sudah menjadi langganannya. Sekitar 10 tahun yang lalu, Ida mengaku masih bisa memproduksi kue sendiri dengan dibantu oleh suaminya. Namun, karena sudah memiliki anak dan kesibukan yang bertambah sehingga sulit membagi waktu, dia kemudian memutuskan memesan kue dari orang lain untuk dijualnya.