“Untuk satu kemasan kami jual Rp 3.000 dan harganya sama untuk semua aneka kue,” aku Kirun.
Malam itu lapak Kirun dijubeli pembeli yang saling berebut memilih kue pilihan mereka. Kue-kue yang dipilih dimasukkan ke dalam keranjang yang sudah disiapkan Kirun dan kerabatnya. Dia mengaku omzet yang diperoleh setiap malam lumayan bisa membayar kerabat yang membantunya dan biaya produksi.
“Kalau omzet Alhamdulillah bisa Rp 5-6 juta. Kadang juga di bawah itu kalau hari lagi sepi, jadi tidak setiap malam juga sampai segitu,” katanya.
Ida dan Kirun memang termasuk pedagang kue yang sudah lama berjualan di kawasan Senen Jaya. Keduanya sudah memiliki pelanggan tetap yang merasa cocok dengan rasa kue yang didagangkannya, selain harga yang relatif murah.
Berbeda dengan Novi (27), pedagang roti yang menempati lapak di area parkir lantai 1 Gedung Senen Jaya 1, dia mengaku baru dua tahun berjualan.
