“Pemutakhiran data bisa dilakukan melalui SIKS-NG, aplikasi Cek Bansos, ground check, call center 021-171, hingga layanan WhatsApp center,” tambahnya.

Untuk memperkuat koordinasi di lapangan, Sentra Meohai mengusulkan pembentukan grup WhatsApp yang melibatkan perangkat daerah hingga tingkat desa, TKSK, dan pendamping PKH.

Selain itu, kuota bantuan ATENSI reguler tetap fleksibel dan dapat disesuaikan dalam kondisi kedaruratan atau momen nasional tertentu.

Sementara itu, Pekerja Sosial Sentra Meohai Kendari, Jasman, memaparkan berbagai layanan rehabilitasi sosial yang tersedia, mulai dari terapi fisik, mental, dan psikososial hingga pelatihan vokasional seperti las, tata boga, penjahitan, tata rias, massage, shiatsu, dan agrowisata.

“Untuk mendorong kemandirian penerima manfaat, kami juga mengembangkan Sentra Kreasi ATENSI, seperti budidaya perikanan, pertanian terpadu, pengolahan pangan, hingga layanan berbasis komunitas seperti Mobil dan Kampung Setara,” jelas Jasman.