Tidak berselang lama setelah pindah, kehidupan Cak Dol diuji dengan beratnya. Istrinya mengalami lumpuh mendadak. Namun, tanpa ragu dan dengan dedikasi yang luar biasa, Cak Dol mengambil tanggung jawab penuh untuk merawat dan mengurus istrinya yang sedang sakit.
"Saya tadinya di Konawe Selatan, tujuh tahun lalu pindah ke Kendari dan mulai berjualan cendol," ucapnya pada Telisik.id, Selasa (25/7/2023).
Meski ditimpa cobaan, Cak Dol tetap berjualan cendol dengan semangatnya yang tak pernah pudar. Setiap tegukan cendol yang ia sajikan bukan sekadar minuman segar, tetapi juga mengandung hangatnya kepedulian Cak Dol terhadap para pelanggannya.
Cak Dol biasanya berjualan cendol dari pukul 9 pagi hingga pukul 16 sore setiap harinya. Namun, dalam beberapa hari terakhir, dagangannya kadang habis lebih cepat. Hal ini memberikan kesempatan baginya untuk pulang lebih awal dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya.
"Beberapa hari ini saya cepat pulang. Saya pulang pukul dua siang, karena cendol saya habis terjual," ungkapnya.
