"Setiap kali saya melihatnya berjalan sambil menjajakan jagung rebus, saya merasa terinspirasi. Dia adalah teladan bagi kita semua, terutama bagi yang merasa lelah atau putus asa dalam menghadapi hidup," ujar Imah.  

Bagi Wa Ode Dharma, pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah, melainkan juga bentuk tanggung jawab kepada keluarga. Ketekunan dan dedikasi menjadi prinsip yang ia pegang teguh. Ia meyakini, dengan tekad dan kerja keras, tidak ada hal yang mustahil.  

Wa Ode Dharma tidak hanya seorang pedagang, tetapi juga simbol ketangguhan dan ketekunan. Kehadirannya di tengah masyarakat Kendari menjadi inspirasi bagi banyak orang, membuktikan bahwa perjuangan dan semangat hidup tak pernah mengenal usia. (C)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Fitrah Nugraha