Atas kejadian itu, SD mengaku tak pernah bermasalah dengan orang lain. Ia pun mengaku kaget atas peristiwa yang dialaminya tersebut.
"Saya tidak pernah ada masalah, makanya kaget tiba-tiba dipotong waktu lagi tidur," ungkapnya.
Ibu SD sendiri, Sata mengaku, kaget dengan peristiwa yang menimpa anak sulungnya itu. Ia menuturkan, saat kejadian dirinya sementara tidur di rumah, lalu dibangunkan oleh anak keduanya terkait kejadian SD.
Ia lalu membawa korban SD ke klinik dekat rumahnya untuk mendapat perawatan agar bisa menghentikan pendarahan akibat sabetan parang.
"Saya masih tidur kaget, tiba-tiba anak saya berlumuran darah di badannya, ternyata dia habis dipotong orang," terangnya. (A)
